Kemarin lusa, dalam lipatan mimpi kau menyapa
Dengan senyum di wajah
Kau tak berkata
Hening tanpa suara

Sore ini kulihat lagi bayang senyummu di cangkir kopi ku
Aroma kopi yang berebut masuk kesetiap sudut rongga hidungku

Mengantar imajinasiku pada bau tubuhmu

Perlahan kureguk senyum itu
Perlahan kuhirup bau itu

Hingga akhirnya ratusan tetes air datang
Lalu bersenggama dengan aspal jalanan
Melahirkan aroma hujan
Melambungkan khayalan
Menerbangkan angan…