Kalau ada yang bertanya apa yang menarik seminggu ini saya akan dengan mantab menjawab kopi, musik dan juga buku.

Minggu ini dibuka dengan sangat ciamik oleh secangkir kopi Sunda Arumanis yang punya karakter rasa yang seru banget dan kopi Gayo (saya lupa nama spesifiknya) dengan body yang tebal, dua jenis kopi single origin yang kompak diseduh dengan metode pour over. Ohya, soal ngopi ini saya termasuk golongan moderat, tidak yang harus selalu minum kopi spesialty atau yang hanya bisa minum kopi saset. Tergantung mood aja.

image

Dari dua jenis kopi tadi saya sangat tertarik dengan Sunda Arumanis-nya, unik. Kalau saja waktu itu saya disuguhi dengan mata tertutup dan tidak diberitahu bahwa itu adalah kopi maka sudah pasti saya akan mengira itu adalah rujak, karena memang aroma yang muncul adalah wangi sepiring buah. Soal rasa kopi dari tanah Pasundan ini menawarkan taste yang fruity dengan tingkat keasaman yang rendah jadi relatif aman buat yang lambungnya sensitif.

Setelah kopi diawal minggu, musik menjadi hal menarik selanjutnya. Di hari rabu atau kamis (saya lupa tepatnya) hadir tiga buah album musik yang saya beli secara online. Menyanyikan Puisi dari AriReda, Hutan Dalam Kepala-nya Teman Sebangku dan Silampukau dengan Dosa, Kota dan Kenangan.

image

Saya menyukai musik mereka sebagaimana saya menggemari musik Iwan Fals, Ebiet G Ade, Bob Dylan dan White Shoes and The Couple Company. Belakangan ini saya baru tahu kalau ternyata mereka punya satu garis yang sama yaitu Folk Music. Garis yang juga sama dengan Payung Teduh, Dialog Dini Hari, Endah ‘n Rhesa, Stars and Rabbit juga Banda Neira. Mungkin karena bawaan karakter phlegmatis-melankolis saya jadi sangat suka musik yang kalem dengan beat yang santai tidak menghentak serta lirik yang indah secara bahasa.

Selain kopi dan musik, buku adalah hal yang sangat menarik minggu ini. Dibanding dua aktifitas diatas, membaca adalah kegiatan paling favorit, bukan hanya membaca buku bahkan membaca orang sekalipun saya suka. 😀

image

Dua buku yang baru tiba sabtu siang kemarin, Novel Lelaki Harimau dan kumpulan cerpen Malam Kelabu, Ilyana dan aku. Keduanya cetakan lama, 2004 dan 1998 (sebenarnya Lelaki Harimau ada cetakan barunya tapi saya lebih suka desain cover yang lama). Eka Kurniawan dan Martin Aleida, dua penulis dengan aliran realisme-sosialis dari generasi yang berbeda sepertinya akan mengisi hari-hari diminggu saya berikutnya.

Selamat memasuki minggu yang baru. 🙂