Ada berita menarik pada penghujung bulan ini. Oktober yang juga dikenal sebagai bulan bahasa dan sastra Indonesia, pada perayaan puncaknya 28 Oktober kemarin, Mendikbud meluncurkan tiga produk daring (dalam jaringan) Badan Bahasa, ketiga produk itu adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V (KBBI V), Tesaurus Tematis dan Ensiklopedia Sastra Indonesia.

Lantas apa yang menarik dari ketiga produk terbaru Badan Bahasa tersebut?

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V (KBBI V)

KBBI yang merupakan rujukan tertinggi dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar telah terbit sebanyak lima edisi sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1988. Pada edisi kelima ini Badan Bahasa Kemendikbud mengeluarkan versi elektronik (daring dan luring) dan cetak, untuk versi elektronik daring dapat diakses melalui link ini. Jika pada edisi keempat jumlah lema pada KKBI sejumlah 90.000, maka pada edisi kelima jumlah lema dan makna bertambah menjadi sebanyak 127.036. Penambahan lema ini berasal dari kata-kata budaya, nama tokoh, nama geografis, nama peristiwa penting, dan singkatan yang sudah sangat lazim. Selain itu, pada KBBI V juga terdapat opsi dimana kita sebagai pengguna dapat mengusulkan lema baru dan atau mengusulkan perbaikan atas arti dan makna yang sudah ada dengan terlebih dahulu mendaftar pada laman tersebut.

Tesaurus Tematis Daring

Jika kamu termasuk yang berkecimpung dalam dunia tulis menulis dan seringkali kesulitan mendapatkan padanan kata untuk menghindari pengulangan dalam pembuatan karya tulis maka produk terbaru Badan Bahasa ini akan membantu kamu. Tesaurus Tematis Daring yang bisa diakses disini dapat kamu jadikan rujukan untuk mencari kata-kata yang saling bertalian makna, selain itu Tesaurus juga dapat membantu jika kamu kesulitan mencari kata untuk mengekspresikan gagasan yang ingin kamu ungkapkan. Tesaurus Tematis ini juga bisa kamu dapatkan versi cetaknya yang sudah beredar lebih dahulu sejak 2013 dan sama sekali tidak ada perbedaan isi diantara keduanya.

Ensiklopedia Sastra Indonesia

Pada tahun 2013 edisi pertama ensiklopedia sastra Indonesia diterbitkan dalam bentuk media cetak, selanjutnya edisi kedua ensiklopedia ini terbit dalam versi daring yang dapat diakses di laman ini yang merupakan penyempurnaan dari edisi pertama tahun 2013. Penyempurnaan pada edisi ini meliputi pencermatan pemakaian bahasa dan pelurusan informasi yang menyesatkan, dan juga penambahan jumlah lema. Enam kelompok lema yang berisi 580 artikel yaitu 246 tentang pengarang, 217 tentang karya sastra, 52 media penyebar/penerbit sastra, hadiah/sayembara sastra sejumlah 14, 31 lembaga sastra, dan 20 gejala sastra. Setiap kelompok lema disusun secara alfabetis.

Dengan peluncuran produk daring tersebut jelas mempermudah kita untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga memperkecil kemungkinan kita mengucapkan“besok ada skejul miting bareng klayen”.