Pernahkah mengalami kejadian ketika di otak sedang muncul banyak ide atau suatu pikiran tentang sesuatu yang sebenarnya tidak saling berkaitan, ide dan pikiran itu seperti saling mendesak dan berebut muncul kepermukaan tapi dalam satu detik kemudian akan hilang semua yang barusan ada didalam otak hanya karna satu gangguan kecil berupa bunyi notifikasi dari smartphone.

Atau saat sedang membaca, ketika sedang melafalkan barisan kalimat baik menggunakan mulut-atau hati- tetapi otak berkelana mengimajinasikan bentuk nyata dari kalimat tersebut lalu ketika sampai pada kalimat berikutnya maka akan lupa pada kalimat yang barusan dibaca.

Atau ketika sedang ngobrol asik bersama teman dan sedang menceritakan suatu cerita tiba-tiba salah satu teman nyeletuk –itukan udah pernah lo ceritain.

Atau seringkali sulit untuk menahan diri baik ucapan maupun tindakan, seringkali melakukan dan merespon sesuatu secara cepat dan spontan tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjangnya serta hampir selalu berakhir dengan kalimat –ah kenapa tadi begitu harusnya kan begini.

Atau seringkali merasa tidak betah dalam satu posisi, seperti tidak betah duduk berlama-lama dan selalu menggoyangkan kaki atau tangan.

Atau sulit menemukan parkir kendaraan di mal bahkan tersasar di dalam gedung dan kebingungan mencari pintu keluar.

Atau kesulitan mengatur dan menentukan prioritas pekerjaan yang berujung pada tertundanya kegiatan penting karena mengerjakan pekerjaan yang skalanya kurang penting.

Atau seringkali merasa gelisah tanpa sebab dan sangat mudah lupa.

Kalo itu semua pernah terjadi bisa jadi mengidap Attention Deficit Disorder (ADD), suatu penyakit dimana penderitanya sulit memusatkan perhatian, hiperaktif dan impulsif, namun walaupun salah satu gejalanya adalah hiperaktif tapi pada pasien dewasa hiperaktif bisa saja berupa tidak bisa duduk diam dalam waktu lama atau gelisah tanpa sebab, bukannya lari-larian kesana kemari dan tiba-tiba berada diatas meja.

Kebanyakan penderita ADD juga mempunyai masalah dengan lingkungan sosialnya, seringkali merasa tidak percaya diri, sering memilih melamun daripada aktif berkegiatan maupun bersosialisasi.

Menurut para ahli otak ada perbedaaan struktur otak pada penderita dan bukan penderita, ADD bisa juga disebabkan oleh faktor genetik.

ADD bisa disembuhkan dengan cara… hubungi psikiater terdekat, senin harga naik! 🙂